DPT Jaklarta dan Jawa Barat telah di soroti oleh Kubu Jokowi


Regu Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyoroti perpanjangan waktu penetapan Daftar Pemilih Konsisten Hasil Koreksi (DPTHP) tahap kedua.

Pasalnya, masih ada enam provinsi yang masih menunda DPTHP tahap II.

Enam provinsi yang masih tertunda progres DPTHP tahap II itu ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

Dari enam provinsi itu, TKN Jokowi-Ma'ruf menyoroti provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Yang kami sungguh-sungguh serius terperinci nanti dengan partai koalisi merupakan Jawa Barat dan Jakarta," kata Wakil Direktur Departemen Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, I Gusti Putu Artha di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Sentra, Jumat (16/11/2018).

I Gusti Putu menyebut, Jawa Barat ialah satu provinsi yang angka pertambahannya cukup signifikan.

Dia mengira, penambahan ini lantaran DPT pada Pilkada Jabar 2018 dimasukkan ke Pemilu Serentak 2019.

Sementara, di Jakarta juga menjadi perhatian lantaran provinsi itu ialah sentra pemerintahan.

Meski, dari sisi metode pendataan dan IT wajib tak terjadi dilema.

"Termasuk Jakarta, mengapa kemudian menjadi telat. Meski ini tempat episentrum yang dari sisi IT tak ada dilema," terang I Gusti Putu.

Lebih lanjut, I Gusti Putu mengatakan, hal itu sepatutnya menjadi sorotan pemerintah dan penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Biasa (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Dikabarakan, hasil saran DPTHP-I pasca penetapan pada 16 September 2018 mestinya dirampungkan KPU pada Kamis, 15 November 2018.

Tetapi, enam dari 34 provinsi minta tambahan waktu berhubungan kendala yang dihadapi dari progres rekapitulasi data.

Comments

Post a Comment